google-site-verification: googlede0b7fcc3b5ed3d2.html Tahukah kamu apa itu Lockdown ? Berikut Istilah istilah yang sering muncul seiring munculnya virus Corona - Seputar Jateng

Tahukah kamu apa itu Lockdown ? Berikut Istilah istilah yang sering muncul seiring munculnya virus Corona

lockdown isolasi karantina
Lockdown
Maraknya pemberitaan soal virus Corona atau Covid-19 Akhirnya Sejumlah  istilah atau sebutan yang berkaitan dengan virus Corona kerap dikeluarkan oleh pemerintah dan menjadi populer karena sering muncul dalam pemberitaan. Istilah itu di antaranya adalah lockdown, social distancing, work from home dan banyak lagi istilah lainnya. Apakah anda tahu maksud dari istilah-istilah itu? Dan ternyata banyak yang masih salah kaprah pada Arti lockdown, social distancing, isolasi, dan istilah corona lainnya.
Ya, virus corona adalah varian baru Covid-19 yang bersumber dari Wuhan, China telah menjalar menginfeksi seluruh dunia. Akhirnya (WHO) Badan Kesehtan Dunia telah menetapkan virus ini sebagai pandemi atau wabah penyakit dunia atau global.]
Untuk mencegah Penyebaran Virus ini Berbagai cara dilakukan oleh negara di dunia mulai dari isolasi diri sampai lockdown negaranya .
Sebelum membahas lebih jauh, sudah tahukah Anda arti dari istilah social distancing, lockdown, dan lainnya istilah yang sering digunakan dalam penanganan virus Covid-19 atau corona?
Mari kita Simak penjelasan berikut mengenai istilah-istilah yang sering dipakai dalam penanganan virus corona ini.
Berikut, RangKuman beberapa pengertian istilah tersebut dari berbagai sumber;

1. Lockdown

Istilah Lockdown ini diambil dari bahasa Inggris, yang berarti mengunci atau terkunci. Jika kita kaitkan dalam istilah teknis dalam penanganan kasus Corona atau COVID-19, arti dari lockdown adalah mengunci melarang seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah ataupun negara.
Bisa juga Lockdown artinya situasi yang melarang warga atau penduduk  untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi berbahaya atau darurat. Kalau untuk kondisi saat ini Lockdown juga bisa berarti negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang boleh masuk atau keluar dari negaranya.
Lockdown ini bertujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus tidak menyebar lebih cepat dan lebih jauh lagi. Jika suatu daerah sudah dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas publik wajib ditutup. Mulai dari transportasi umum, sekolah, perkantoran, tempat umum, bahkan pabrikpun harus ditutup dan tidak diperkenankan ada aktivitas produksi. Lalu selanjutnya Aktivitas warganya pun dibatasi. Akhir akhir ini Bahkan ada negara yang mengerahkan petugas khusus untuk memberlakukan jam malam.
Saat saat awal virus Corona menyebar di Cina, kota Wuhan, pemerintah setempat memberlakukan status lockdown, hal ini kemudian disusul kota lainnya di wilayah Cina yang penyebaran virusnya begitu cepat. Sementara itu juga di Eropa, Negara Italia jadi negara yang menerapkan kebijakan lockdown setelah penyebaran virus Corona di sana sangat meningkat tajam dan telah menjangkiti ribuan orang.
Meskipun terlihat penyebaran yang sangat tinggi, namun tidak semua negara mengunci wilayahnya atau lockdown baru setelah penyebaran virus Corona masuk ke wilayahnya mereka baru melakukan itu ya kesanya sudah agak terlambat wilayahnya sudah terjangkiti.seperti Negara Korea Selatan memilih tidak Lockdown atau mengunci wilayahnya, namun memilih untuk mengambil kebijakan lain untuk mengatasi dan mencegah penyebaran virus Corona ini. Dan selanjutnya di Negara Indonesia, pemerintah menilai opsi Lockdown tersebut belum dibutuhkan untuk saat ini.

2. KLB

KLB adalah kepanjangan dari Status Kejadian Luar Biasa (KLB) ini adalah status yang ditetapkan pada suatu daerah yang telah diyakini sebagai daerah yang terpapar suatu penyakit dengan situasi sudah mulai mengkhawatirkan. Penetapan status KLB ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.

Dalam aturan tersebut, KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.

3. Social Distancing

Social distancing adalah berarti mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain dimanapun berada, mengurangi pertemuan atau kontak tatap muka langsung. Langkah ini juga termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang keramaian yang dikunjungi, seperti pusat perbelanjaan, bioskop, Stasiun, angkutan umum yang banyak massa dan stadion.
jika seorang dalam situasi kondisi yang memang mengharuskannya berada di tempat keramaian umum, maka perlu untuk menjaga jarak sekitar kurang lebih1,5 meter dari orang lain.
Mengutip dari The Atlantic, istilah social Distancing merujuk pada tujuan untuk mencegah orang yang sakit agar tidak melakukan kontak dengan orang lain dalam jarak yang dekat. Social distancing juga bertujuan untuk mengurangi perpindahan dan penularan virus dari orang ke orang.
Hampir sama maknanya istilah social distancing menurut Center for Disease Control (CDC) adalah menjauhi menghindari segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia lain, dan menghindari berbagai kerumunan massa atau pertemuan yang terdapat banyak orang.
Selain ada istilah social distancing, dalam bahasa Indonesia juga ada istilah isolasi dan karantina. Kedua istilah ini juga termasuk populer setelah merebaknya virus Corona di berbagai wilayah negara.

4. Karantina

Karantina artinya mirip hampir sama dengan isolasi, yaitu membatasi seseorang agar tidak banyak berinteraksi dengan orang lain.yang membedakan adalah, istilah karantina digunakan untuk orang yang sudah terpapar virus corona namun belum terjadi atau belum nampak menunjukkan gejala sakit.
Meski belum nampak menunjukkan adanya gejala-gejala telah terinfeksi, orang itu harus dikarantina untuk memastikan tidak terinfeksi virus corona.

5. Isolasi

Isolasi berarti tindakan atau langkah memisahkan pasien sudah berpenyakit menular dari orang lainnya. Istilah isolasi biasanya digunakan untuk seseorang yang telah ada tanda tanda menunjukkan gejala terinfeksi virus corona dan berpeluang untuk menularkan atau menginfeksi orang lain, sehingga perlu isolasi atau dipisahkan agar virus tidak menyebar.
Dalam masa masa ini, pemerintah akan 'memaksa' menutup sejumlah tempat dan kawasan umum guna menekan penyebaran virus corona. AKtivitas warga juga akan dibatasi dan diharuskan untuk tetap berada di dalam rumah.
Itulah arti lockdown, social distancing, isolasi, dan istilah corona lainnya!

**Sebagai catatan Menurut pemerhati Bahasa Indonesia  Ivan Lanin, , isolasi ataupun karantina tujuanya adalah untuk mengendalikan meluasnya penyebaran penyakit dengan membatasi perpindahan orang. Akan tetapi antara dua kata ini karantina dan isolasi mempunyai perbedaan mendasar, bila yang dimaksud adalah mencegah perpindahan penyakit dari orang yang sakit, maka akan dilakukan isolasi.
Sementara itu jika mencegah perpindahan penyakit ke orang yang masih sehat, maka istilah yang bisa digunakan adalah karantina. Pada Intinya isolasi dilakukan kepada orang sakit, sementara itu karantina ditujukan kepada orang yang masih sehat.


6. Work From Home (WFH)

WFH adalah singkatan dari Work From Home kata ini juga menjadi ramai di kalangan para pekerja. Istilah ini adalah kata kata dalam bahasa Inggris yang berarti bekerja dari rumah. hal ini berhubungan dengan meluasnya wabah virus Corona, masyarakat dan instansi mengadakan WFH atau mereka  tidak perlu pergi bekerja hal ini untuk mengurangi risiko tertular virus Corona. namun ada beberapa hal yang tak bisa di kerjakan dari rumah.
para karyawan atau pekerja bisa menyelesaikan pekerjaan dari rumah dan bisa dilakukan secara online jika hal ini bisa dilakukan di rumah.

Sehubungan dengan situasi di Indonesia saat ini dengan penyebaran virus Corona, Presiden Joko Widodo sudah mengajak agar masyarakat bekerja dari rumah, sama halnya seperti siswa sekolah dan saat beribadah diimbau untuk dilakukan di rumah saja.

7. Imported Case dan Local Transmisson

Demikian dengan Istilah ini merujuk pada tempat atau lokasi dari mana virus Corona itu menjangkiti seorang pasien.
Pada kasus imported case artinya seseorang terjangkit saat berada di luar daerah atau wilayah dimana pasien tersebut melapor.
Misalnkan kasusnya adalah seorang pasien dilaporkan positif Corona di Indonesia. akan tetapi si pasien dia tertular di luar Negeri atau di luar wilayah Indonesia, karena si pasien baru saja liburan dari luar negeri.
dan untuk  local transmission atau transmisi lokal istilah ini berarti seorang pasien tertular di dalam wilayah dimana kasus ditemukan. Misalnya seorang pasien dinyatakan dan dilaporkan positif terjangkit virus Corona di Malaysia dan tertularnya pun di Malaysia

8. Epidemi dan Pandemi

Epidemi dimaksudkan pada penyebaran penyakit dengan secara cepat dengan jumlah yang terjangkit banyak serta tidak normal. dan Biasanya suatu penyakit akan disebut epidemi apabila menyebar di sebuah wilayah dengan jumlah penderita yang banyak, namun skalanya lebih kecil dibanding pandemi.
perbedaanya adalah Jika epidemi menyebar di suatu wilayah saja, maka pandemi berarti penyakit tersebeut sudah menyebar ke seluruh dunia atau penyebarannya terjadi secara global.
  Levelnya atau tingkatan  pun lebih tinggi dibanding dengan epidemi. sementara Dalam kasus virus Corona, WHO menetapkan corona atau  Covid-19 sebagai pandemi setelah menyebar hampir di seluruh negara.

9. ODP, PDP, dan Suspect Corona

Tiga istilah itu seringkali atau kerap digunakan untuk membedakan tingkatan status pasien Corona. Tak jarang, masyarakat banyak yang sulit membedakannya.
Berdasarkan pedoman penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, Orang dalam Pemantauan atau ODP adalah mereka yang terdapat demam di atas suhu 38 derajat Celsius. Kemudian, ada disertai gejala gangguan sistem pernafasan seperti sakit tenggorokan, flu pilek,  dan batuk.
Selain itu juga, ia memiliki riwayat traveling atau perjalanan ke luar negeri atau dalam negeri yang menjadi Zona Merah atau episentrum Corona.
Kemudian, ada di tingkat selanjutnya ada Pasien dalam Pengawasan atau PDP. Mereka yang masuk dalam kategori ini mempunyai ciri seseorang dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), demam di atas suhu 38 derajat Celsius. Lalu punya gejala klinis lainsakit tenggorokan, sesak nafas,  pilek, pnumonia atau infeksi paru-paru ringan sampai berat, serta batuk.
Mereka juga pernah punya riwayat bertemu atau bersinggungan dengan pasien positif Covid-19 atau pergi ke daerah terkena episentrum Corona baik di luar maupun dalam negeri.
Kemudian, ada juga istilah suspect. Nah, menurut Pedoman penanganan keluaran Kemenkes Kementerian Kesehatan, istilah suspect saat ini adalah untuk pada mereka yang masuk kategori PDP.
Hasil sampel yang sudah diambil dari proses swab ini akan diuji menggunakan cara atau metode PCR (polymerase chain reaction) serta Genome Sequencing ini bertujuan untuk mengetahui apakah si pasien positif atau negatif virus Corona  Covid-19. saat ini memButuhkan waktu 2-3 hari menunggu hasil uji spesimen ini.
Jikalau didapati pada pasien positif,maka pasien akan menjalani perawatan sampai dengan dua kali pemeriksaan negatif, baru akan dipersilakan pulang. Sementara jika hasilnya negatif, maka pasien akan diminta menunggu pemeriksaan sekali lagi untuk memastikan bahwa benar-benar negatif.

0 Response to "Tahukah kamu apa itu Lockdown ? Berikut Istilah istilah yang sering muncul seiring munculnya virus Corona"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel