google-site-verification: googlede0b7fcc3b5ed3d2.html Indonesia bisa jadi Masuk jajaran lima negara terbesar dengan paparan virus Corona jika tetap melakukan tradisi ini - Seputar Jateng

Indonesia bisa jadi Masuk jajaran lima negara terbesar dengan paparan virus Corona jika tetap melakukan tradisi ini

 lima negara terbesar dengan paparan virus Corona
 lima negara terbesar dengan paparan virus Corona
Penyebaran virus corona di Indonesia masih sangat masiv dan merajalela, salah satu cara untuk mengantisipasi dan memutus rantai penyebaran virus corona ini adalah dengan melakukan aktivitas di dalam rumah tidak saling bertemu apalagi dengan orang yang dari zona merah, sesuai dengan anjuran yang diberikan dari pemerintah.

akan tetapi, kelihatanya kebiasaan atau tradisi mudik dikhawatirkan akan membuat penyebaran virus corona menyebar ke seluruh daerah tujuan mudik, karena bisa saja saat pemudik tersebut tanpa disadari akan menjadi pembawa atau kurir yang aktif menyebarkan virus yang berasal dari Wuhan, Negara China di kampung kelahiranya.

Sementara ini berdasarkan dari hasil sementara rapat terbatas pemerintah pada beberpa waktu lalu, telah diputuskan memang tidak ada aturan yang melarang keras masyarakat untuk mudik pulang ke kampung halaman. Jika masyarakat tetap nekat pulang mudik, maka Indonesia akan menjadi lima negara yang paling besar terpapar virus Corona atau Covid-19.
Dikutip dari (LSI) Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia ,Denny JA, memberi saran agar pemerintah tegas melarang  masyarakat supaya tahun ini tidak mudik lebaran, hal ini dilakukan guna untuk memutus mata rantai wabah virus corona Covid-19. sebab jika tradisi mudik tahun ini tetap berlangsung atau tidak dilarang, Indonesia berpotensi melompat jadi lima besar negara yang terpapar virus covid-19 atau corona.

Berdasarkan data yang dihimpun sampai saat ini negara yang paling terpapar virus corona atau Covid-19 adalah pada peringkat pertama diduduki oleh negara Amerika Serikat dengan 245.380 kasus, kemudian negara Spanyol ada 117.710 kasus, lalu negara Italia sebanyak 115.242 kasus, dan negara Jerman sebesar 85.263 kasus,  sedangkan di negara aslnya terdapat Cina ada 81.620 kasus.

"Tapi jika Presiden RI tidak melarang dengan keras mudik lebaran tahun ini, besar sekali kemungkinan Indonesia segera melejit masuk ke dalam nomor lima besar negara yang paling terpapar virus Corona atau Covid-19 ini," kata Denny  JA yang dikutip dari Vivanews, Pada Sabtu 4 April 2020.

Menurut Denny JA, pemerintah tidak akan cukup hanya sebatas imbauan kepada masyarakat supaya tidak mudik lebaran ini. Misalnya juga, bagi yang melakukan mudik diimbau untuk karantina diri 14 hari atau menjadi status orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). "Tapi jumlah sebanyak itu sekitar 14,9 juta penduduk itu akan diisolasi di mana nantinya? Cukupkah infrastuktur kesehatan tenaga medis Rumahsakit kita mengurus populasi sebanyak itu?" tambahnya.

Sekarang saja pada saat ini, kata dia, banyak rumah sakit dan tenaga medis yang menjerit karena kekurangan fasilitas. Sedihnya, karena jumlah pasien yang meninggal dunia karena covid-19 itu lebih banyak dibandingkan pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh pemerintah. “Bagaimana infrastuktur kesehatan kita siap dan mampu menampung lonjakan korban terpapar Covid-19 paska mudik,” bebernya.

Menanggapi hal mudik lebaran tersebut, WAPRES Wakil Presiden Bapak Ma'ruf Amin angkat bicara mengenai pro kontra mudik di masa wabah virus corona COVID- 19 sekarang ini. dan Uniknya Ma'ruf mengaku sudah mengambil langkah mendorong agar (MUI) Majelis Ulama Indonesia  mengeluarkan fatwa mengenai bahaya mudik di masa Genting wabah virus corona saat ini. "Kita sudah mendorong MUI untuk menyatakan bahwa pada saat sekarang ini mudik itu haram hukumnya," kata Ma'ruf yang diberitakan oleh Viva.co.id.
Hal itu disampaikan Wapres Ma'ruf Amin ketika melakukan rapat dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau kang Emil melalui video telekonferensi. Pak Ma'ruf merespon kekhawatiran Emil tentang ancaman penyebaran dan penularan saat orang-orang mudik ke daerah nanti. "Saya akan coba nanti supaya keluar tentang mudik," singkat Wapres Ma'ruf.

Ridwan Kamil menyetujui mengamini dorongan untuk MUI mengeluarkan fatwa tersebut. Menurut dia, Masyarakat akan lebih mendengar jika ada arahan dari para Ulama pemuka agama. "Karena banyak yang akan berdalih-dalih dengan ayat-ayat dan syariat juga. Jadi kalau MUI bisa keluarkan fatwa, tugas saya sebagai umaroh (pemerintah) tinggal menguatkan, seperti fatwa MUI tentang solat jumat," ujar sang gubernur tersebut.

Mantan wali kota Bandung ini bercermin pada pengalaman dirinya dahulu pernah dibully karena mempunyai ide untuk melarang warga salat Jumat. Setelah nanti dikuatkan melalui fatwa MUI, warga menurutnya kemudian jadi lebih paham dan mengerti. "Jadi mohon ide dan inovasi dari Pak Wapres, Ma'ruf Amin adalah menghasilkan fatwa," pungkas Emil.

0 Response to "Indonesia bisa jadi Masuk jajaran lima negara terbesar dengan paparan virus Corona jika tetap melakukan tradisi ini"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel