google-site-verification: googlede0b7fcc3b5ed3d2.html Macam Gejala Terjangkit Virus Covid-19 dan Berbagai Upaya Penyembuhan Corona - Seputar Jateng

Macam Gejala Terjangkit Virus Covid-19 dan Berbagai Upaya Penyembuhan Corona

Gejala Terjangkit Virus Covid-19  Terbaru dan Berbagai Upaya Penyembuhan Corona
Gejala Terjangkit Virus Covid-19  

Virus corona covid-19 telah merambah dan menginfeksi hampir merata di seluruh negara. Saat ini, Kamis (3/4/2020) sudah lebih dari 900.000 kasus dilaporkan dari seluruh penjuru dunia menurut Worldometers. Gejala yang dialami ketika terinfeksi ada yang terlihat (simtomatik), ada yang nampak ringan, bahkan ada yang sama sekali tidak menunjukkan gejala (asimtomatik).lalu  Bagaimana cara kita mengetahui seseorang mengidap Covid-19 atau tidak? Dikutip dari Lice Science pada (23/3/2020), menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), gejala yang harus kita diwaspadai adalah jika terjadi : sesak napas, demam dan batuk,. Gejala-gejala ini biasanya muncul terjadi dalam kurun waktu antara 2-14 hari setelah terkena paparan virus Covid-19

Dari laman CDC disebutkan, kita disarankan agar segera menghubungi tenaga medis jika mengalami tanda-tanda peringatan darurat sepert berikut : Kesulitan bernapas Nyeri atau tekanan yang menetap berasa di seputar dada Bibir atau wajah berubah warna kebiru-biruan

Sementara itu menurut WHO, gejala-gejala umum yang terjadi jika terjangkit virus corona adalah sebagai berikut: demam badan kelelahan batuk kering. Sedangkan untuk gejala khusus antara lain: napas sesak sakit dan nyeri sakit tenggorokan dan ada juga orang yang melaporkan diare, mual atau pilek.

Menurut laporan dalam Journal of American Medical Association, sebanyak hampir 98 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mengalami demam.

dan Sebanyak 11-44 persen dilaporkan kelelahan. sekitar 76-82 persen mengalami batuk kering. Dalam kasus Covid-19 yang lebih serius, pasien mengalami pneumonia yang berarti paru-paru mereka mulai penuh dengan nanah atau cairan. Dan Hal itu menyebabkan sesak napas yang intens dan batuk yang menyakitkan.

Dikutip dari The Guardian (2/4/2020), menurut WHO, 1 dari 6 orang yang terpapar menjadi sakit parah. Mereka adalah orang tua dan orang-orang awalnya sudah dengan masalah medis mendasar seperti: hipertensi Tekanan darah tinggi, dengan Masalah jantung atau diabetes serta Kondisi pernapasan kronis.
Pada Penelitian terbaru menunjukkan penderita bisa "kehilangan penciuman" sebagai gejala potensial yang bisa saja muncul. Hal yang terjadi bisa berupa kehilangan penciuman saja, dan tanpa gejala lain.

Lalu Bagaimana cara penyembuhannya? Menurut WHO, karena hal ini adalah pneumonia virus, maka antibiotik tidak ada gunanya. Dan Obat - Obat antivirus yang dimiliki untuk melawan penyakit flu tidak akan berfungsi. Dan juga karena saat ini juga belum ditemukan vaksin.maka bisa jadi pemulihan dari serangan virus ini adalah tergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh manusia.
Masih Menurut WHO, untuk orang-orang yang mengalami kasus ringan (lebih ringan dari pilek) bisa saja sembuh tanpa perawatan khusus.

Rujukan dari Live Science (2/4/2020), menurut CDC, perawatan bagi yang sudah terinfeksi virus corona lebih didasarkan pada jenis perawatan yang diberikan untuk penyakit influenza (flu musiman) dan penyakit pernapasan yang parah lainnya. Itu biasa dikenal dengan perawatan suportif. Perawatan itu pada dasarnya adalah mengobati gejala yang sering muncul seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Dalam kasus-kasus yang ringan, istirahat dan dengan obat penurun demam seperti acetaminophen (Tylenol) mungkin saja bisa diberikan. Di rumah sakit dokter dan perawat kadang-kadang merawat pasien dengan obat-obatan antivirus oseltamivir atau tamiflu, yang tampaknya bisa menekan reproduksi virus, setidaknya pada beberapa kasus.

Menurut Virolog Michigan Tech Ebenezer Tumban hal itu mencengangkan  karena Tamiflu dirancang untuk menargetkan enzim pada virus penyebab influenza, bukan pada virus corona covid-19.
Institut Kesehatan Nasional AS (NIH) telah memulai pengujian secara klinis untuk menguji antivirus remdesivir untuk Corona atau Covid-19 di Pusat Medis Universitas Nebraska Amerika.

Dalam keadaan kasus pasien pneumonia yang menghambat pernapasan, pengobatan harus melibatkan ventilasi okosigen. Ventilator tersebut akan meniupkan udara ke paru-paru melalui masker atau tabung yang dimasukkan langsung ke bagian tenggorokan.

Sebuah studi di New England Journal of Medicine terhadap 1.099-an  pasien yang rawat inap dengan coronavirus di Cina telah menemukan bahwa 41,3 persen sangat membutuhkan oksigen tambahan dan 2,3 persen membutuhkan ventilasi mekanik, sedang  invasif Glukokortikoid diberikan kepada 18,6 persen pasien, dan pengobatan yang sering digunakan untuk mengurangi peradangan dan membantu untuk membuka saluran udara selama penyakit pernapasan. Meski demikian para ilmuwan dari seluruh dunia masih berusaha dan akan selalu membuat penelitian untuk mencari vaksin yang tepat untuk menghadapi virus ini.

0 Response to "Macam Gejala Terjangkit Virus Covid-19 dan Berbagai Upaya Penyembuhan Corona"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel