google-site-verification: googlede0b7fcc3b5ed3d2.html Sejarah Letusan Gunung Krakatau - Seputar Jateng

Sejarah Letusan Gunung Krakatau

erupsi gunung krakatau meletus
Letusan gunung Krakatau
Tahukah anda bahwa pada jaman dahulu Indonesia mempunyai Gunung yang sangat dahsyat, letusanya hingga menewaskan kisaran 36.417  jiwa? Peristiwa itu terjadi pada 27 Agustus 1883. Kali ini Redaksi akan membahas tentang sejarah meletusnya gunung krakatau yang mengguncang bumi
Letusan Krakatau waktu itu terdengar hingga Australia Tengah yang jaraknya kisaran 3.300 kilometer dari titik lterjadinya ledakan dan Pulau Rodriguez, yaitu kepulauan di Samudera Hindia yang jaraknya kuran glebih 4.500 kilometer. Gunung Krakatau sebenarnya berada di suatu pulau vulkanik kecil  yang tak berpenghuni dan ini berada di sebelah barat dari Pulau Sumatera. Pada waktu itu Letusan Gunung Krakatau telah memicu terjadinya bencana tsunami yang sangat besar setinggi kira kira 120 kaki. Gelombang raksasa ini diakibatkan oleh letusan itu yang akhinya menelan korban jiwa kurang lebih 36.417 orang. 

artikel  dibawah ini dikutip dari wikipedia.com
Krakatau (atau Rakata) adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini juga disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusan kataklismik pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Pada tahun 2019, kawasan yang sekarang merupakan cagar alam ini memiliki empat pulau kecil: Pulau RakataPulau Anak KrakatauPulau Sertung, dan Pulau Panjang (Rakata Kecil). Berdasarkan kajian geologi, semua pulau ini berasal dari sistem gunung berapi tunggal Krakatau yang pernah ada di masa lalu.
Krakatau dikenal dunia karena letusan yang sangat dahsyat di tahun 1883. Awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice SpringsAustralia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di IndonesiaGunung berapi Taupo di Selandia Baru dan Gunung Katmai di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut. Gunung Krakatau yang meletus, getarannya terasa sampai Eropa.

Salah satu buku yang membahas Gunung ini adalah buku berjudul Krakatoa, the Day the World Exploded August 27, 1883 (2003) di sini disebutkan bahwa pada 250 tahun terakhir ini telah tercatat tak kurang dari 90 kali tsunami sebagai akibat dari letusan gunung. Akan tetapi, bencana tsunami yang disebabkan oleh meletusnya Krakatau menjadi tsunami vulkanik yang terbesar yang pernah tercatat oleh sejarah. 
Dikutip dari History, Krakatau sudah menunjukkan peningkatan aktivitas pertamanya setelah lebih dari 200 tahun pada tanggal 20 Mei 1883. 

Sebuah kapal perang Negara Jerman yang sedang melintasi wilayah Krakatau melaporkan adanya awan dan debu setinggi 7 mil di atas Gunung Krakatau. Dan Dua bulan setelah laporan itu, letusan yang sama juga disaksikan oleh kapal komersial dan juga para penduduk Jawa serta Sumatera yang tinggal berada tak jauh dari Gunung Krakatau. Akan tetapi waktu itu, aktivitas vulkaniknya justru disambut dengan suka cita oleh penduduk setempat. 
Mereka smua belum paham akan bahaya yang mengancam Hal ini bisa jadi disebabkan oleh minimnya tingkat pengetahuan masyarakat waktu itu terkait dengan akibat kebencanaan. Kegembiraan yang awalnya dirayakan oleh penduduk saat itu seketika berubah menjadi bencana besar yang dahsyat pada tanggal  26 Agustus dan 27 Agustus 1883. Ledakan yang sangat dahsyat pada sekitar sore hari, 26 Agustus 1883, menghancurkan dua pertiga di bagian utara pulau itu dan menyebabkan bencana tsunami besar yang melanda daerah garis pantai di dekatnya. Selanjutnya terjadi Empat letusan susulan yang terjadi pada waktu pagi hari, 27 Agustus 1883, Letusan ini juga memiliki skala yang sangat besar. Gunung Krakatau mengeluarkan dan memuntahkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 50 mil dan ini menyebabkan langit menjadi sangat gelap dan kejadian ini berlangsung dari pagi hingga malam hari. Kemudian inilah yang dunia menyebut bahwa gunung krakatau meletus terdahsyat sepanjang sejarah

Letusan pada waktu itu memincu serangkaian bencana alam yang efeknya dirasakan hingga hampir ke seluruh dunia. Bukan hanya itu, letusan Krakatau bahkan dikabarkan menutupi atmosfer dan mengakibatkan turunnya suhu di negara seluruh dunia. 
Dari kisaran 36ribuan korban meninggal, adalah sejumlah 31.000 di antaranya karena hempasan tsunami yang terjadi karena semua materi letusan gunung jatuh mengalir deras ke laut. Yang mungkin di youtube kita bisa melihat berbagai unggahan video gunung krakatau meletus 1883

Dan Sebanyak 4.500 orang hangus terbakar akibat aliran piroklastik yang menerjang ke pemukiman setelah bergulir di atas permukaan air laut. Dan Seperti diketahui bahwa kompleks wilayah Krakatau terdiri dari empat pulau, yaitu pulau Rakata, pulau Setung, pulau Panjang, dan Anak Krakatau. Dan Tiga yang pertama itulah yang membentuk formasi caldera, sedangkan Anak Gunung Krakatau mulai aktif kembali sejak  tanggal 20 Januari 1930 hingga sekarang masih. Aktivitas Gunung Anak Krakatau terpantau terakhir terjadi pada 22 Desember 2018. Akibat dari erupsi Anak Krakatau waktu itu, terjadilah tsunami di kawasan Selat Sunda yang ini menghantam daerah Banten dan Lampung.
Ledakan Gunung Krakatau Purba pada abad ke-5 waktu itu dikabarkan telah melahirkan Selat Sunda dan konon letusan inilah yang membelah Pulau Jawa sehingga memunculkan Sumatra.

Krakatau Purba Meledak 
Dalam artikel berbeda disebutkan bahwa Dampak letusan dahsyat Gunung Krakatau Purba dirasakan bisa menjangkau hingga ke berbagai penjuru dunia. 
Bahkan, menurut David Keys dalam risetnya berjudul Catastrophe: An Investigation Into the Origins of the Modern World (2000), Letusan Gunung Krakatau adalah peristiwa vulkanik di Asia Tenggara yang disertai dengan bencana alam yang menyebabkan perubahan besar di Eropa selama abad ke-6 dan ke-7 M. 

Tinggi Gunung Krakatau Purba adalah lebih dari 2.000 (MDPL)  meter di atas permukaan laut dan memiliki lingkaran pantai yang mencapai 11 kilometer. Letusan pada abad ke-5 itu berlangsung lamanya sekitar 10 hari dan mengeluarkan material erupsi mencapai 1 juta ton per detik.
 Saat itu, Selat Sunda belum terbentuk dan Gunung Krakatau Purba ini masih berdiri di Pulau Jawa. Letusan Gunung Krakatau Purba ini, secara langsung atau tidak, diyakini adalah peristiwa yang bertanggungjawab atas terjadinya berbagai kejadian besar.

 Peradaban kuno semacam Persia purba di daerah Asia Barat, Nazca di Amerika Selatan, juga Maya di Amerika Tengah, mengalami keruntuhan. Dan Juga melemahnya Kekaisaran Romawi yang kemudian digantikan dengan Kerajaan Byzantium. Suhu udara yang terus-menerus menjadi dingin setelah erupsi Gunung Krakatau waktu itu bisa memicu mewabahnya penyakit sampar bubonic dan telah mengurangi jumlah penduduk di berbagai tempat di penjuru dunia secara signifikan. 
Dikutip dari buku yang berjudul Disaster and Human History (2009) hasil karya Benjamin Reilly, iklim yang tidak menentu waktu itu menyebabkan maraknya terjadi wabah pes di sejumlah kawasan, terutama di Afrika pada bagian timur, dan hal ini menimbulkan dampak kerugian besar bagi manusia. 

Sedangkan David Keys (2000) merumuskan dan membuat beberapa kesimpulan yang terkait dengan letusan Gunung Krakatau . adalah Salah satunya, ledakan tersebut berdaya sangat besar sekali yang mengguncang Jawa. Dan sebagai Akibatnya, sebagian tanah turun ambles yang membentuk menjadi Selat Sunda serta telah membelah sebagian Pulau Jawa yang menjadikan terbentuknya Pulau Sumatera. 
Gunung Krakatau hancur setelah erupsi dahsyat pada abad ke-5 waktu itu telah menyisakan kaldera atau bisa disebut kawah besar di bawah laut. Dan Tepi kawahnya membentuk tiga pulau, yakni, Pulau Panjang (Pulau Rakata Kecil), Pulau Rakata dan Pulau Sertung. Setelah itu, mulai terbentuk Gunung Krakatau baru yang aktif dan kelak juga meledak hebat serta hancur pada 1883. Di lokasi bekas berdirinya Gunung Krakatau ini dan Gunung Krakatau lanjutannya di Selat Sunda, akhinya lahirlah Gunung Anak Krakatau yang kini sedang aktif dan makin meningkat aktivitasnya dan sempat memicu tsunami 

0 Response to "Sejarah Letusan Gunung Krakatau"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel